Rabu, 11 Mei 2011

Obat-obat Kardiovaskuler,Saluran Pernafasan dan Saluran Pencernaan

Obat-obat Kardiovaskuler,Saluran Pernafasan dan Saluran Pencernaan
A. Obat- obat Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler adalah sistem yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, darah. Kerja pompa dari jantung merupakan sumber energi untuk sirkulasi darah ke dalam sel-sel tubuh. Sumbatan pembuluh darah dapat menghambat aliran darah.
Adapun kelompok obat kardiovaskuler, yaitu :
1. Glikosida jantung dan obat-obat yang digunakan dalam pengobatan gagal janutng kongestif.
2. Vasodilator dan pengobatan Antiangina Pektoris
3. Obat-obat hipertensi
4. Obat-obat yang digunakan aritmia jantung
5. Obat – obat diuretik
Obat-obat dalam kelo0mpok ini mengatur kontraksi janutng frekuensi, dan aliran darah ke miokardium.
1. Glikosida Jantung
Glikosida jantung juga disebut sebagai glikosida digitalis. Kelompok obat ini menghambat pompa natrium-kalsium, sehingga akan meningkatkan kalsium intraseluler, yang menyebabkan serabut otot jantung berkontraksi lebih efisien.
Meningkatnya kontraktilitas miokardium akan meningkatkan kerja jantung, perifer dan ginjal dengan meningkatkan curah jantung, mengurangi preload, dan memperbaiki aliran darah ke perifer dan ginjal, mengurangiedema, juga meningkatkan ekresi cairan. Akibatnya retensi cairan pada paru-paru dan ekstremitas akan berkuranng
2. Obat Antiangina
Obat-obatan antiangina meningkatkan aliran darah baik dengan menambah suplai oksigen atau dengan mengurangi kebutuhan miokardium akan oksiggen. Tiga jenis antiangina adalah nitrat, penghambat ranytai kalsium, dan penghambat beta. Efek sistemik utama dari nitrat adalah penurunan tonus vena, yang menurunkan kerja jantung dan mengurangi kebutuhan oksigen.
a. Golongan nitrat
Senyawa nitrat bekerja langsung merelaksasi otot polos pembuluh vena, tanpa bergantung pada sistem persarafan miokardium. Dilatasi vena menyebabkan alir balik vena berkurang sehingga mengurangi beban halu jantung.
b. Golongan antagonis kalsium
Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion kalsium transmembran ,yaitu mengurangi masuknya ion kalsium melalui kanal kalsium lambatke dalam sel otot polas, otot jantung dan saraf. Berkurangnya kadar kalsium bebas di ddalam sel-sel tersebut menyebabkan berkurangnya kontraksi otot polos pembuluh darah (vasodilatasi) , kontraksi otot jantung (inotropik negativ), serta pembentukan dan konduksi impols dalam jantung ( kronotropik dan dromotopik negatif.
c. Golongan beta bloker
Obat-obat penghambat adreneseptor beta (beta-blloker) menghambat androneseptor-beta di jantung, pembuluh darah perifer , brunkus, pankreas dan hati. Saat ini tersedia beta bloker yang pada umumnya menunjukan efektivitas yang sama namun, terdapat perbedaan-perbedaan diantara berbagai beta-bloker, yang akan mempengaruhi pilihan dalam mengobati penyakit atau pasien tertentu. Beta-bloker dapat mencetuskan asma dan efek ini berbahaya.
3. Obat Hipertensi
Hipertensi dapat berkembang dari ringan hingga berat. Hipertenss berat disertai dengan akibat kelainan pada jantung dan ginjal. Karna itu setiap hipertensi harus diobati dan apabila meningkat ke hipertensi berat, maka diperlukan pengobatan dan perawatan khusus.
Jenis-jenis obat hipertensi
a. Penghambat saraf adrenergik
Obat ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan noradrenalin dari pasca ganglion saraf adrenergik. Obat-obat golongan ini tidak mengendalikan tekanan darah dan dapat menyebabkan hipotensi. Obat-obat ini jarang digunakan tapi mungkin masih diperlukan bersam terapi lain pada hipertensi.
b. Alfa-broker
Sebagai alfa-broker , prajosin menyebabkan vasodiltasi arteri dan vena sehingga jarang menimbulkan takikardi. Obat ini menurunkan tekanan darah dengan cepat setelah dosis pertama, sehingga harus hati-hati pada pemberian pertama.



c. Obat-obat untuk feokromositoma
Fenoksibanzamin adalah alfa-broker kuat dengan banyak efek samping. Obat ini digunakan bersam beta-bloker untuk pengobatan jangka pendek episode hipertensi berat pada feokromositoma.
d. Obat anti hipertensi yang bekerja sentral
Ini terrmasuk metildova, yang mempunyai keuntungan karna aman untuk pasien asma, gagal jantung, dan kehamilan.
4. Obat-obat antiaritmia
Obat-obat antiaritmia dapat dibagi berdasarkan penggunaan kliniknya dalam obat-obat untuk aritmia supraventrikel dan aritmia ventrikel (misal disopiramid), dan obat-obat untuk aritmia ventrikel (misal lidokain).
a. Aritmia supraventrikel
Adenosin biasanya obat terpilih ntuk menghentikan takikardia supraventrikal paroksismal. Karena masa kerjanya pendek sekali (waktu paruhnya hanya 8-10 detik tapi memanjang diberikan bersam dipiradamol), kebanyakan efek sampingnya berlangsung singkat.
b. Aritmia supraventrikel dan ventrikel
Obat-obatan untuk aritmia supraventrikel dan ventrikel misalnya amiodaron, beta-bloker, disopiramid,flekainid, prokainaid,propafenon, dan klinidin.
c. Aritmia Ventrikal
Bretilium hanya digunakan sebagai obat antiaritmia pada resusutasi.Obat ini diberikan intamuskuler dan intravena tapi dapat menyababkan hipotensi berat, terutama setelah pemberian intravena (mual dan muntah dapat terjadi). Lidokain (lignokain) relatif aman bila diberikan sebagai injeksi intravena lambat dan harus menjadi pilihan utama dalam keadaan darurat. Meksiletin diberiakan sebagai injeksi intravena lambat bila lidokain tidak efektif, obat ini memiliki kerja yang serupa. Morasilin adalah obat untuk profilaksis dan pengobatan aritmia ventrikel yang serius dan mengancam jiwa.
5. Obat Diuretik
Diuretika golongan tiazid digunakan untuk mengurangi edema akibat gagal jantung dan dengan dosis yang lebih rendah, untuk menurunkan tekanan darah. Diuretika kuat digunakan untuk edema paru akibat gagal jantung kiri dan pada pasien dengan gagal jantung yang sudah lama dan kombinasi diuretika mungkin selektif untuk edema yang resisten terhadap pengobatan dengan satu diuretika,misalnya diuretika kuat dapat dikombinasi dengan diuretika hamat kalium.
a. Diuretika golongan tiazid
Tiazid dan senyawa-senyawa terikatnya merupakan diuretik dengan potensi sedang, yang bekerja dengan cara menghambat reabsorpsi natrium pada bagian awal tubulus distal. Mula kerja diuretika golongan ini sertelah pemberian peroral lebih kurang 1-2 jam, sedangkan masa kerjanya 12-24 jam. Lazimnya tiazid diberikan pada pagi hari agar tidak mengganggu tidur pasien.
b. Diuretika kuat
Diuertika kuat digunakan dalam pengobatan edema paru akibat gagal jantung kiri. Pemberian intravena mengurangi sesak nafas dan prabeban lebih cepat dari mula kerja diuresisnya. Diuretika ini juga digunakan pada pasien gagal jantung yang telah berlangsung lama.
c. Diuertika hemat kalium
Amilorida dan triamperen merupakan diuretika yang lemah. Keduanya menybabkan retensi kalium dan karenanya digunakan sebagai alternative yang lebih efektif dari pada memberikan suplemen kalium pada pengguna tiazid atau diuretika kuat. Suplemen kalium tidak boleh diberikan bersama diuretika hemat kalium.
d. Diuretika merkuri
Meskipun efektif, diuretika merkuri sekarang hampir tidak pernah digunakan karena efek nefrotoksisitasnya. Merkuri harus diberikan lewat injeksi intramuskular. Pengunaan intravena dapat menyababkan hipotensi berat atau kematian mendadak.
e. Diuretika osmotik
Diuretika golongan ini jarang digunakan pada gagal jantung karena mungkin meningkatkan mengingatkan volume darah secara akut.
f. Diuretika penghambat enzim karbonik anhidrase
Diuretika penghambat enzim karbonik ( asetazolamid ) merupakan diuretika yang lemah dan jarang digunakan berdasarkan efek diuertiknya.
g. Kombinasi diuretika
Disamping penabahan satu golongan diuretika pada diuretika yang lain, kekhawatiran terjadi hipokalemia atau ketidakpatuhan pasiaen meningkatkan penggunaan kombinasi dengan diuretika hemat kalium.




B. Obat-obat Saluran Pernafasan
Respirasi adalah proses dimana terjadi pertukaran gas pada membran alveoli-kapiler. Infeksi saluran pernfasaan seperti flu, rhinitis akut, sinusitis, tonsilitis akut, dan laringitis akut. Pilek adalah tipe infeksi saluran nafas atas yang paling sering ditemukan. Gejala-gejala flu mencakup rinorea, hidung tersumbat, batuk, dan peningkatan sekresi mukosa.
Adapun obat-obat yang tergolong obat sistem pernafasan, yaitu :
1. Antihistamin
Antihistamin atau penghambat HI , bersaing dengan histamin untuk menduduki reseptor, sehingga menghambat respon histamin. Sifat antikolinergik pada kebanyakan antihistamin menyebabakan mulut kering dan pengurangan sektesi. Membuat zat ini berguna untuk mengobati rhinitis yang ditimbulkan oleh flu. Antihistamin juga mengurangi rasa gatal pada hidung yang menybabkan penderita bersin.
2. Antitusif
Antitusif bekerja pada pusat pengendalian batuk dan di medula untuk menekan reflek batuk. Batuk adalah cara tubuh untuk mengeluarakan secret atau material lain dari saluran nafas.
C. Obat-obat Saluran Pencernaan
Sistem pencernaan adalah suatu dimana terjadi pengolahan partikel-pertikel makanan dan diabsorpsi ke dalam sistem peredaran darah untuk dan sebagian kecil di lambung. Beberapa ganguan sistem pencernaan, yaitu diare, konstipasi, dan obstruksi.

Golongan-golongan obat yang dipakai untuk memperbaiki atau mengendalikan muntah, diare, dan konstipasi adalah antiemetik, emetik, antidiare, dan laksatif.
1. Antiemetik
Antiemetik dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
a. Antiemetik tanpa resep
Obat yang di jual bebas ( agen anti muntah ) dapat dibeli langsung tanpa resep. Obat ini sering di pakai untuk mencegah mabuk kendaraan dan hanya memiliki efek sedikit untuk mengatasi muntah berat. Obat ini harus diminimum 30 menit sebelum berangkat. Antiemetik antihistamin tertentu seperti dimethidrinat ( Dramamine ) siklizin hidroklorid ( marezin ), meklizine hidriklorid ( antivert ) dan dihenhidramin hidroklorid ( Benadryl ) dapat dibeli sevcara bebas untuk mencegah mual, muntah dan pusing ( vertigo ) karena mabuk kendaraan.
b. Antiemetik dengan resep
Obat ini dikelompokan ke dalam beberapa golongan antihistamin, antikolinergik, fenotiazin, kanabinoid, dan lain-lain. Antihistamin dan antikolinergik terutama bekerja pada pusat muntah.
2. Emetik
Apomorfin adalah derivate morfin emetic yang dapat diberikan secara SC atau IM. Obat ini digolongkan nakotik dan dapat menekan pusat pernfasaan dan dalam golongan narkotik dan dapat menekan pusat pernafasaan dan menurunkan tekanan darah, karena itu tidak dipakai dalam keadaan narkosis karena penekanan SSP, seperti opium, barbiturate, dan alkohol. Efek samping dan apomorfin mencakup kegelisahan, theremor, euphoria, takikrdia, hipotensi, mual , peningkatan saliva, berkeringat, dan pengeluaran air mata.


3. Antidiare
Obat antidiare di klasifikasikan menjadi beberapa macam,yaitu opium, obat-obat yang berkaitan dengan opium, adsorben, dan atidiare kombinasi.
- Opium
Opium menurunkan motilitas usus, sehingga mengurangi peristaltik.
Konstipasi merupakan efek yang sering tumbul. Contohnya
tingkur opium, p;aregoric, dan kodein. Opium biasanya diberikan bersama dengan antidiare lain.
- Agen-agen Opium Related
Obat-obat ini dapat menyababkan mual, muntah, rasa mengantuk, dan distensi abdomina ( perut kembung ). Pada pemakaian yang lama dapat timbul takikardia, ileus paralitik, retensi urin, penurunan sekresi, dan ketergantungan fisik.
- Adsorben
Antidiare adsorben adalah koalin dan pectin. Agen-agen ini dikombinasi dengan obat antidiare lainnya.
4. Laksatif
Laksatif dan katartiks dipakai dipakai untuk mengeluarkan tinja lunak sampai berair dengan sedikit kram ( rasa nyeri ). Ada jenis laktasif, yaitu osmotik,
( salin ), kontak ( stimulan atau iritin ), pembentukan bulk, dan emolien.





Tabel 1, Obat kardiovaskuler

NO Nama Generik Nama Dagang Nama Pabrik Golongan Obat
1 Diltiazem Delbres Harsen K
2 Dipiridamol Cardial Meprofarm K
3 Isosorbid Imdur Astra Zeneca K
4 Nifedipin Adalat Bayer K
5 Nitrogliserin Minitran Daya varia K
6 Verapamil Cardiover Landson K

Tabel Obat diltiazem
No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Carditen Kalbe Farma K
2 Delbres Harsen K
3 Dilamen Sanbe Farma K
4 Diltan Sunthi Superu K
5 Lanodil Landson K



Tabel Obat Dipiridamol

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Cardial Meprofarm K
2 Dilason Gratia Husada Farma K
3 Persantin Boehringer Ingelherm K
4 Sirotep Bima Mitra K
5 Vasokor Medikor Prima K

Tabel Obat Isosobride

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Cedocard Darya Varia-Nycomend G
2 Fasorbid Fahreinheit G
3 Isoket IV Pharos G
4 Landson Landson G
5 Vascardin Nicholas G



Tabel Obat Nifedipin

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Calcianta Armoxindo Farma G
2 Coronipin Dexa Medica G
3 Farmalat Fahrenheit G
4 Ficor Otto G
5 Xepalat Metisha Farma G

Tabel Obat Nitrogliserin

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Lutenyl Merck G
2 Minitran Daya Varia G
3 Nitrocine Pharos G

Tabel Obat Verapamil

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Cardiver Landson K
2 Isoptin Tunggal IA K
3 Isoptin SR Knoll K
4 Norcuron Organon K
5 Tarka Abbott K

Tabel 2, Obat Saluran Pernafasan

NO Nama Generik Nama Dagang Nama Pabrik Golongan Obat
1 Ambroksol Ambril Merck K
2 Efedrina Asficap Imfarmind K
3 Salbutamol Ascolen Heroic K
4 Terbutalin Asmabet Mahakam BetaFarma K

Tabel Obat Ambroksol
No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Ambril Merck K
2 Berea Zenetin K
3 Brolexan Medifarma K
4 Brommer Mersi K
5 Broncozd Mugi K







Tabel Obat Efedrina

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Antusin Kimia Farma K
2 Asficap Imfarmind K
3 Asmadex Dexa Medica K
4 Asmasolon Medi Farma K
5 Asmavar Varia Sekata K

Tabel Obat Salbutamol
No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Asmacare Kimia Farma G
2 Azmacon Corsa W
3 Brunchosal Ifars G
4 Brondisal GMP G
5 Combivent Boehringer Ingelheim G

Tabel Obat Terbutalin

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Asmabet Mahakam Betafarma K
2 Astherin Pyidam K
3 Brasmatic Darya Varia K
4 Bricasma Astra Zeneca K
5 Forasma Guaidian Pharmatama K


Tabel 3, Obat Saluran Pancernaan

NO Nama Generik Nama Dagang Nama pabrik Golongan Obat
1 Alumunium Hidrosida Alukol PIM B
2 Dimetikon Aeropak Erchopharm B
3 Magnesium Hidroksida Altidin Yekatria Farma B
4 Ranitidine Anitid Bernofarm K



Tabel Obat Alumunium Hidrosida

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Alukol PIM B
2 Atmacid Graha Farma B
3 Antasida Doen Errita Pharma B
4 Atmacid Graha Farma B

Tabel Obat Dimetikon

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Acitral Interbat K
2 Adimag Aditama Raya Farmindo B
3 Aeoropak Erchophram B
4 Almacon Pyridam B
5 Aludona Armoxindo B

Tabel Obat Magnesium Hidroksida

No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Almacon Pyridam B
2 Altidin Yekatria Farma B
3 Atmacid Graha Farma B
4 Biomag MPS Erlimpex B
5 Bufantacid Bufa Aneka B

Tabel Obat Ranitidine
No Nama Dagang Nama Pabrik Golongan
1 Gastridin Interbat G
2 Hexer Hexpharm G
3 Radin Dexa Medica G
4 Ranivel Novell Pharm G
5 Ratinal Gracia Pharmindo G

Tidak ada komentar:

Posting Komentar